Kubertahan duduk menatap kertas putih
Aku ingin memberikan sebuah puisi cinta
Untukmu, satu-satunya orang yang aku cinta
yang kerapkali memberiku cinta kasih
Kuteringat akan saat kita berkencan berdua
Dua pasang mata menatap langit
Kita berbaring di hamparan rumput
Kaunyanyikan lagu yang kenangan kita berdua
Kaupandang wajahku dan kausap air mataku
Air mata kebahagiaan penuh cinta untukmu
Kau kalungkan lenganmu di leherku
Kau biarkan ku berbaring di pelukmu
Tiba-tiba kau keluarkan sebuah kotak kaca
Kulihat di dalamnya ada sepasang cincin permata
Berukirkan namaku dan namamu
Apa maksud dari semua ini?
Kau membuka kotak kaca itu, lalu betanya kepadaku
Maukah engkau menjadi istriku sehidup semati?
Dengan tatapan penuh harap kau menggenggam tanganku
aku tidak mampu berkata-kata hanya mengangguk padamu
Kita mengucapkan janji suci di kapel putih
dengan pasti kau pasangkan cincin itu di jari manisku
kemudian kau mengambil dan mencium tanganku
genggaman bertemu genggaman, bibir bertemu bibir
Kubersumpah terhadap diriku
Aku akan selalu berada di sisimu
Aku akan menjaga kepercayaan yang kauberikan kepadaku
Karena ku taku kehilangan segalanya dari dirimu
~I Love U Just The Way U Are~
~maybe to the world u just a person, but u’re my world~